IMAJINASI DALAM RUANG POLITIK NASIONAL

Sigit Prawoto
  JSBN, pp. 92-97  

Abstract


Abstrak

Kampanye politik menawarkan banyak kemungkinan untuk menampilkan imaji atas pribadi seseorang. Penyampaian pesan kepada publik secara tersurat maupun simbolis dapat berlangsung pada saat yang bersamaan sehingga menghasilkan wacana-wacana politik yang saling tumpang tindih. Partai-partai politik yang besar menyelenggarakan parade keliling kota yang gaduh dan mencolok sedangkan partai-partai kecil melakukannya dengan lebih sepi, bahkan terkadang mereka tidak melakukan pengumpulan massa. Besarnya jumlah peserta pawai menunjukkan besarnya sebuah partai selain memperlihatkan kemampuan finansial dari partai dan politisi yang menyelenggarakan kegiatan itu. Namun demikian, kampanye yang sama-sama masif mereka lakukan di media massa dan di media sosial. Kampanye melalui Twitter dan Facebook menjadi strategi baru dalam menarik dukungan masyarakat meskipun dalam kenyataannya kampanye politik melalui media sosial ini begitu liar karena akun Twitter dan Facebook partai politik dan para politisi bercampur dengan milik masyarakat kebanyakan. Bebasnya penggunaan kedua media sosial ini memberikan kebebasan pula dalam menampilkan sisi positif dan sisi negatif seorang politisi dan sejumlah cara penampilan itu menjadikan pemilihan umum 2014 memendam banyak kontroversi yang hingga beberapa tahun kemudian masih menjadi bahan perbincangan di dunia maya maupun di dunia nyata.

Abstract

The political campaign has so many possibilities to generate an impressive personal image of a politician. The way to communicate a message to the public can be driven directly or using some symbolics peculiarity in a time so that it stimulate some overlying political discourses. The powerful political partis will animate some massif and noisy mass parades in downtown in many different places while the small ones will do it in a calme and small procession and in some cases the do not even organise a single mass parade. The number of people in these carnivals shows the potential power of the partis in the field and in the financial support from the partis and their politicians. In actual tendance the partis politics do the same massif campaign in Medias and social Medias. The mass campaign on facebook and twitter become new approaches in the way to attract the attention of the people even if the campaign in theses socials Medias turn out to be free and wild because the facebook and twitter official’s accounts of the partis politics intermingle to those of the publics. The free of the use of those Medias gives a freedom to promote the positive and negative sides of a politician and the so many ways of presentations makes the general election of 2014 hide many controversies that for some years latter on still become a topic of debate in the real and virtual realm.


Keywords


Kampanye politik; wacana; politisi; Imaji; media; political campaign; discourse; politican; image; media

Full Text:

PDF

References


Azali, Kathleen. 2014. The Role of Internet and Social Media.pdf. IIAS_NL69_39-2.

Bonte, Pierre. 2010. Dictionnaire de l’ethnologie et de l’anthropologie. Paris: Presses Universitaires de France.

Bourdieu, Pierre. 1979. Les trois états du capital culturel. Actes de la recherche en sciences sociales 30(1).

_____________. 2000. Propos sur le champ politique. Lyon: Presses Universitaires de Lyon.

_____________.2014 . Sur la télévision: suivi de L’emprise du journalisme. 42nd edition. Raisons d’agir.

Dampak Ekonomi Pemilu 2014 | Pemilu 2014 | Tempo.co N.d.https://pemilu.tempo.co/read/analisa/21/Dampak-Ekonomi-Pemilu-2014, accessed November 10, 2016.

Hocart, A. M. 1987. Imagination and Proof: Selected Essays of A.M. Hocart. Rodney Needham, ed. Tucson: University of Arizona Press.

KPU. 2014. Laporan Kampanye Parpol 2014.pdf. Komisi pemilihan umum. kpu.go.id.

Marzuki Mohamad. N.d.. Bersatu Padu Coblos No. 2 (OFFICIAL V-CLIP). https://www.youtube.com/watch?v=4k3Qe5elzdk, accessed December 5, 2016.

Media, Kompas Cyber. N.d. Seperti Jokowi, Sandiaga Uno Ziarah Ke Makam Pangeran Jayakarta. KOMPAS.com. http://megapolitan.kompas.com/read/2016/04/06/14592491/Seperti.Jokowi.Sandiaga.Uno.Ziarah.ke.Makam.Pangeran.Jayakarta, accessed April 12, 2016.

Prawoto, Sigit. 2017. ANALYSE SÉMIOLOGIQUE DES SYMBOLES TRADITIONNELS DANS LES DISCOURS POLITIQUES EN INDONESIE. EHESS, Desertasi tidak diterbitkan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.