Pendidikan Interkultural di Sekolah Melalui Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Sebagai Pembentuk Ruang Nasionalisme Dinamis

Scarletina Vidyayani Eka, Fredy Nugroho Setiawan, Muhamad Rozin
  JSBN, pp. 79-83  

Abstract


Masyarakat Indonesia terdiri dari individu-individu yang memiliki latar belakang budaya, agama, suku dan bahasa yang beragam. Dengan semakin banyaknya masalah sosial saat ini, perlu adanya sebuah ruang baru bagi masyarakat dimana nilai-nilai harmoni, toleransi, dan kohesi hadir di dalamnya. Pemerintah melalui sekolah berupaya menanamkan nilai-nilai tersebut. Salah satu upaya yangdapatdilakukan oleh sekolah adalah melalui pendidikan interkultural (intercultural education)

Coles & Vincent dalam bukunya The Intercultural City Making The Most of Diversity(2006) mengatakan bahwa pendidikan interkultural pada dasarnya adalah pengembangan dari pendidikan multikultural anti-rasisme yang bermuara pada tercapainya dua agenda, yakni masyarakat yang kohesif dan kesetaraan ras. Pendidikan interkultural dapat diintegrasikan ke dalam berbagai aspek kegiatan sekolah, salah satunya adalah pengajaran mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Disini, penulis ingin memetakan sejauh mana konsep pendidikan interkultural hadir melalui materi ajar dengan mengambil studi kasus di SMAN 3 Malang. 

Untuk menganalisis konsep pembelajaran pendidikan interkultural di SMAN 3 Malang, penulis menelaah materi ajar sastra yang dipakai oleh guru dan proses Kegiatan Belajar Mengajar-nyadi dalam ruang-ruang kelas. Hasil analisis menunjukkan bahwa materi ajar sastra yang dipakai di SMAN 3 Malang sudah berisi muatan pendidikan interkultural dan konsep tersebut sudah teraplikasikan di proses belajar mengajar. Hasil ini sejalan dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Bahasa Indonesia yang digariskan oleh Pemerintah dalam usaha membentuk ruang masyarakat Indonesia yang toleran dan harmonis.

Keywords


pendidikan interkultural, ruang nasionalisme dinamis

Full Text:

PDF

References


---. 2014. 35 SMA Terbaik di Indonesia versi Depdiknas. Situs SMA 3 Malang. http://www.sman3-malang.sch.id/news/35-sma-terbaik-di-indonesia-versi-depdiknas.html

Bieger, E. M. (1995/1996). Promoting Multicultural Education through a Literature-Based Approach.The Reading Teacher 49(4), 308–312.

Colby, Susan & Lyon, Anna. (2004). Heightening Awareness about the Importance of Using Multicultural Literature. Multicultural Education.Hal. 24-28.

Coles, Maurice & Vincent, Robert. (2006). The Intercultural City Making The Most Of Diversity

Eide, A. (1999). Multicultural and Intercultural education: Conditions for Constructive Group Accommodation. Revue Quebecoise de DroitInternational. 12. 1-23.

Hefflin, B. R., & Barksdale-Ladd, M. A. (2001). African American children’s literature that helps students find themselves: Selection guidelines for grades K-3. The Reading Teacher 54 (8), 810-881.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.