REVITALISASI CERITA PANJI DALAM WAYANG BEBER

Femi Eka Rahmawati
  JSBN, pp. 33-40  

Abstract


 

Abstrak

Ceritera Panji merupakan salah satu harta karun terpendam yang dimiliki Jawa Timur. Ceritera-ceritera Panji menyebar ke banyak negara hingga mancanegara dan beredar dalam berbagai ceritera rakyat. Dalam ceritera-ceritera rakyat tersebut juga diadopsi oleh ceritera pada lakon-lakon wayang. Salah satunya adalah wayang beber yang merupakan salah satu wayang tertua di Indonesia, dan banyak berkembang di Jawa pada zaman dahulu. Wayang beber merupakan bentuk wayang yang unik karena dalam penceritaan kisahnya dengan cara digelar (dibeber), yang apabila dikembangkan sekarang diidentikkan dengan ceritera bergambar / komik. Dimana visualisasi wayang beber tersebut sama dengan visualisasi narasi ceritera gambar yang ada di relief-relief candi Jawa Timur yang berbentuk khas dua dimensi. Revitalisasi ceritera Panji yang mempunyai nilai filosofis dan ajaran serta makna historis yang tinggi dengan mengaplikasikannya pada wayang beber merupakan bentuk dari pelestarian budaya dan menjaga kebudayaan tradisi asli Nusantara dalam menangkal ekspansi kebudayaan negara asing. Untuk itulah wayang beber sebagai bentuk manifestasi kebudayaan yang menceritakan siklus cerita Panji sudah seharusnya dihidupkan kembali, agar pesan kesan yang terkandung di dalam cerita Panji bisa disampaikan kepada generasi penerus.

 

Abstract

“Panji Stories” is one of East Java’s Treasures. These stories had been spreadedall over the world in the form of various legends. Besides, these stories were also adapted by the caracters in many ‘Wayang” stories, one of them is Wayang Beber. Wayang Beber is one of the oldest Wayang in Indonesiaand and it was developed in Java. It was a uniq wayang since it was performed by showing every scene in a background (dibeber in Javanis language), now days it will be almost the same as picture series in comics. The visualization of this wayang beber is exactly the same as the visualization of the stories in the two dimentions sculptures of temples in East Java. Panji Stories revitalization provides philosophy values and high historical values. Therefore, by applaying those story in Wayang Beber, it will be a way to conserve Indonesian’s culture and a way to filter the expantion of foreign culture. In sum, wayang beber becomes cultural manifestation to deliver cultural and historical values from Panji Stories for young generation.

 


Keywords


revitalization; panji stories; wayang beber; revitalisasi; ceritera Panji; wayang beber

Full Text:

PDF

References


Ali Khamenei, Imam. 2005. Perang Kebudayaan, Penerbit Cahaya. Jakarta

Huntington, Samuel P. Benturan Antarperadaban dan Masa Depan Politik Dunia (The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order). Penerjemah : M. Sadat Ismail, Cet. 8, Penerbit Qalam, Yogyakarta, Juli 2004.

Holt, Claire. 2000. Melacak Jejak Perkembangan Seni di Indonesia. Art line. Bandung

Kieven, Lydia. 2009. Panji di Gunung Penanggungan. Dalam buku Konservasi Budaya Panji, yang diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jawa Timur. Bayu Media Publishing. Malang

Prawiranegara, RM Yunani. 2009. Sang Panji ‘Pahlawan Kebudayaan’. Dalam buku Konservasi Budaya Panji, yang diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jawa Timur. Bayu Media Publishing. Malang

Puersen, Prof. Dr. Van. Strategi Kebudayaan.Kanisius. Yogyakarta

Ra’uf, Amrin, 2010. Jagad Wayang. Garaiilmu, Jogjakarta

Rif’an, Ali. 2010. Buku Pintar Wayang. Garailmu. Jogjakarta

Sedyawati, Edy dkk. 2009. Sejarah Kebudayaan Indonesia. Rajawali Pers. Jakarta

Sujamto. 1992. Wayang & Budaya Jawa. Dahara Prize. Jakarta


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.