BUDAYA MERANTAU PEREMPUAN MINANGKABAU (Studi Pada Pedagang Perempuan Minangkabau di Pasar Kemiri Muka Beji Kota Depok Provinsi Jawa Barat)

Rizka Oktaviani
  JSBN, pp. 1-14  

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui mengapa terjadi budaya merantau pada Perempuan Minangkabau di Pasar Kemiri Muka Beji Kota Depok Provinsi Jawa Barat.(2) Mengetahui Dinamika sistem matrilineal yang terjadi pada pedagang Perempuan Minangkabau di Pasar Kemiri Muka Beji Kota Depok Provinsi Jawa Barat pada saat merantau. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: (1) Faktor pendorong perempuan Minangkabau merantau ialah faktor ekonomi dan faktor pendidikan sedangkan faktor penariknya ialah kemudahan memperoleh akses pendidikan, pendapatan dan lapangan pekerjaan yang lebih baik dan ajakan dari keluarga yang sudah terlebih dahulu merantau baik itu saudara maupun suami. (2) Dinamika sistem matrilineal yang terjadi dalam pemeliharaan, penjagaan dan pengelolaan harta pusaka pada saat perempuan Minangkabau merantau, dinamika yang dimaksud setelah perempuan Minangkabau merantau keberadaan harta pusaka rumah gadang, ladang maupun sawah mengalami perubahan, rumah gadang yang untuk saat ini bukan hanya sebagai rumah fisik akan tetapi telah beralih fungsi bahkan kini rumah gadang dihuni oleh anak laki-laki yang seharusnya harus dihuni oleh anak perempuan, ladang atau kebun yang kini dikelola anak-anak laki, dan sawah pun kini juga hanya keluarga yang berada kampung yang mengelola. Perempuan Minangkabau pada saat memilih merantau ia tidak menjalankan perannya sebagai anak perempuan tradisional mestinya dalam hal pemeliharaan, penjagaan dan pengelolaan harta pusaka.

 

Kata Kunci: Merantau, Perempuan Minangkabau, Sistem Matrilineal

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.