PERUBAHAN SOSIAL PADA KESENIAN TRADISIONAL EBLEG SINGA MATARAM DI KELURAHAN PANJER KECAMATAN KEBUMEN KABUPATEN KEBUMEN

Fikar Idham Astriawan, Okta Hadi Nurcahyono, . Yuhastina
  JSBN, pp. 118-132  

Abstract


Perkembangan jaman yang semakin modern memberikan dampak perubahan sosial pada segala aspek kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah aspek sosial budaya. Dampak perubahan sosial pada aspek sosial budaya di masa modern saat ini dapat dilihat dari banyaknya kesenian tradisional yang mengalami penurunan eksistensi, bahkan ada pula yang mengalami kepunahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perubahan sosial yang terjadi pada kesenian tradisional Ebleg Singa Mataram di Kelurahan Panjer, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen serta bagaimana upaya komunitas dalam mempertahankan kesenian tersebut di masa modern. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam penentuan informan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan untuk menganalisis data penelitian ini adalah teori evolusi sosial milik Herbert Spencer. Hasil dari temuan data menunjukan bahwa, perubahan yang terjadi pada kesenian tradisional Ebleg Singa Mataram ini tidak berada pada segi pakem sendratari kesenian tradisional tersebut. Namun, perubahan yang terjadi diantaranya yaitu antusiasme penonton kesenian tradisional Ebleg Singa Mataram mengalami peningkatan ukuran (perkembangan) secara bertahap seiring berkembangnya jaman. Keberadaan Ebleg Singa Mataram sebagai kesenian tradisional kuda lumping tertua di Kabupaten Kebumen mengalami kompleksifikasi, hal ini disebabkan oleh adanya proses pengadaptasian dari beberapa komunitas kesenian tradisional kuda lumping lain di Kabupaten Kebumen. Selain itu, perubahan sosial membuat masyarakat terdeferensiasi dan secara tidak langsung regenerasi pada komunitas kesenian tradisional Ebleg Singa Mataram menjadi terhambat.

Kata kunci: perubahan sosial, kesenian tradisional, ebleg, modernisasi


Full Text:

PDF

References


Ananda, R. (2016). EBLEG SINGA MATARAM : SENDRATARI YUDHA CAKRAKUSUMAN PANJER (Pertama; Bolin, Ed.). Sleman - Yogyakarta: CV Penerbit Harfeey.

Basthoni, M. (2018). Diferensiasi Metode Penentuan Awal Bulan Hijriyah: Kajian Perspektif Teori Evolusi Sosial Herbert Spencer. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 1(2), 166. https://doi.org/10.14710/endogami.1.2.166-176

Irhandayaningsih, A. (2018). Pelestarian Kesenian Tradisional sebagai Upaya dalam Menumbuhkan Kecintaan Budaya Lokal di Masyarakat Jurang Blimbing Tembalang. Anuva, 2(1), 19. https://doi.org/10.14710/anuva.2.1.19-27

Junaidi, A. A. (2013). Janengan Sebagai Seni Tradisional Islam-Jawa. Walisongo, 21(2), 469–490.

Kompas.com. (2012). 39 Kesenian Jabar Punah. Retrieved from https://regional.kompas.com/read/2012/10/05/06165929/~Oase~Cakrawala

Saifuddin, A. F. (2006). Antropologi Kontemporer : Suatu Pengantar Kritis Mengenai Paradigma (Edisi 1). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Setiadi, E. M., & Kolip, U. (2013). Pengantar Sosiologi Politik. Kencana.

Soekanto, S. (2010). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Suneki, S. (2012). Dampak Globalisasi Terhadap Eksistensi Budaya Daerah. CIVIS, 2(1/Januari).

Surahman, S. (2016). Determinisme Teknologi Komunikasi dan Globalisasi Media Terhadap Seni Budaya Indonesia. REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, Dan Animasi, 12(1), 31–42.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.