Eksplorasi Metode Penciptaan Seni Rupa Komunitas kentjingandjing Melalui Proyek Seni Rupa Unreasonableness” Di Kota Malang

Aditya Nirwana, Tegar Andito
  JSBN, pp.   

Abstract


Proyek seni rupa “Unreasonableness” dilaksanakan dengan bertolak dari beberapa permasalahan yang dihadapi oleh komunitas Kentjingandjing, yakni (1) Permasalahan seputar menejemen pameran seni rupa, yang meliputi permasalahan pendanaan, sumber daya manusia, dan infrastruktur kesenian, (2) Pandangan publik seni kota Malang terhadap “fungsi” seni, serta (3) Penumbuhan kesadaran seniman sebagai seorang ilmuwan. Proyek dilaksanakan dengan mengimplementasikan metode penciptaan seni rupa yang bersifat ilmiah, yang terdiri dari 3 tahap yakni : (1) Internalisasi dan Inkubasi Gagasan; (2) Rumusan Konsep Penciptaan; dan (3) Eksekusi Penciptaan Karya Seni. Kesimpulan yang didapat dari aktivitas ini bahwa kegiatan ini telah secara efektif menjadi solusi dari permasalahan seputar manajemen seni rupa, namun untuk menumbuhkan kesadaran seni di kalangan masyarakat, kegiatan semacam ini masih memerlukan massifikasi, atau setidaknya merupakan kegiatan yang berkesinambungan dimana berbagai disiplin ilmu dapat terlibat. Disamping itu, metode ilmiah yang diimplementasikan dalam kegiatan ini dinilai cukup efektif oleh beberapa orang seniman yang terlibat, namun sebagian berpendapat penggunaan metode yang ‘rigid’ seperti ini justru membelenggu eksplorasi ide dan gagasan penciptaan, disamping itu kurang fleksibel bagi fluktuasi-fluktuasi yang akan sangat mungkin terjadi dalam proses penciptaan seni.

 

ABSTRACT

"Unreasonableness" art project conducted by starting from some problems faced by the Kentjingandjing, which is (1) The problems of an art exhibition management, which includes issues of funding, human resources, and infrastructure of the arts, (2) public view towards the "function"of art, and (3) artist awareness as a scientist. This projects conducted by implementing scientific methods of art creation, which consists of three stages: 1) Internalization and Incubation of Idea; 2) The formulation of the concept of Creation; and 3) Creation of Art. The conclusion that this activity has effectively become the solution of the issues surrounding the management of art, but to raise awareness of the arts in society, this activity still requires massification, or at least is sustainable activities in which various disciplines can be involved. Besides, the scientific method that implemented in this activity is effective by some of the artists, but some argue the use of methods that 'rigid' like this, would handcuff the idea of creation, in addition to the lack of flexibility for the fluctuations which may occur in the process of artistic creation.

 

 


Keywords


Ide; Metode; Penciptaan; Seni; Art; Creation; Ideas; Methods

Full Text:

PDF

References


Esanu, Octavian. (2012), What Was Contemporay Art?, ARTMargins and the Massachusetts Institute of Technology

Gie, The Liang. (2004), Filsafat Seni : Sebuah Pengantar, Pusat Belajar Ilmu Berguna (PUBIB), Yogyakarta.

Hutcheon, Linda. (1985), A Theory of Parody, The Teaching of Twentieth Century Art Forms, Methuen.

Jencks, Charles. (1986), What is Postmodernism?, Academy/St. Martins, New York

Kartika, Dharsono Sony & Nanang Ganda Perwira. (2004), Pengantar Estetika, Penerbit Rekayasa Sains, Bandung.

Koentjaraningrat. (2009), Pengantar Ilmu Antropologi. Edisi Revisi 2009, Rineka Cipta, Jakarta.

Kartika, Dharsono Sony. (2007), Kritik Seni, Penerbit Rekayasa Sains, Bandung

Langer, Suzanne K. (2006), Problematika Seni, Sunan Ambu Press, STSI Bandung, Bandung

Lyotard, Jean Francois. (1989), The Posmodern Condition : A Report on Knowledge, Manchester University Press.

Piliang, Yasraf Amir. (2010). Semiotika dan Hipersemiotika : Gaya, Kode, dan Matinya Makna, Penerbit Matahari, Bandung.

Read, Herbert. (1973), The Meaning of Art, Preager Publishers, New York.

Saidi, Acep Iwan. (2008), Narasi Simbolik Seni Rupa Kontemporer Indonesia, ISACBOOK, Yogyakarta.

Sumardjo, Jakob. (2000), Filsafat Seni, Penerbit ITB, Bandung.

Susanto, Mikke. (2004), Menimbang Ruang Menata Rupa : Wajah & Tata Pameran Seni Rupa, Galang Press, Yogyakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.